Jangan Dilepas Ya ... .

Pokoknya pegangin aja terus :D

Foto ini diambil saat peringatan Hari Kartini. Entah tahun berapa, kalau tidak salah saat aku masih TK kecil. Baju dan riasan dilakukan oleh kakak sepupu yang merangkap sebagai guru tari. Diambil di sebuah studio foto setelah peringatan Hari Kartini di Taman Satwa Taru Jurug. Enggak paham juga kenapa karnaval kok di kebun binatang. Padahal biasanya berlenggak lenggok di jalan. 

Btw fotonya kurang jelas? Memang. Karena foto di blog ini hasil foto yang difoto lagi. Mengambil salah satu koleksi dari album foto. Ada dua pengambilan foto hari itu. Yang satu fotoku bersama mama dan papa dan yang lain ya foto ini. Sebetulnya setelah foto bertiga, Mama dan Papa berniat mengambil fotoku sendiri. Kan cantik tuh ya, terus dipajang di dinding. 


Eh, saya enggak mau. Enggak ingat apa sebabnya. Si bapak tukang foto memang penampilannya agak menyeramkan sih buat anak kecil. Berambut panjang dan berjenggot. Tapi sepertinya bukan alasan itu saya menolak foto sendiri.

Akhirnya papa meminta ijin untuk mengambil gambar. Si Mama ada di belakang terus perlahan menjauh sehingga aku bisa difoto sendiri. Niatnya ... . Tetapi aku dengan insting anak, merasa kalau mama menjauh. Dan akhirnya jadilah foto ini. Tanganku menggenggam erat Mama, memastikan beliau tidak pergi. Memastikan beliau tetap di sampingku. Enggak perduli bujukan Papa, Mama dan Om fotografer, aku terus menggenggam tangan mama. 

Bahkan setelah foto jadi dan yang melihat berkomentar kenapa tidak foto sendiri, aku tetap menggenggam tangan mama. Terus mengenggam. Enggak peduli mereka berkata aku anak mama. Anak cengeng, manja. Yang jelas peran mama yang banyak mengisi hidupku. Mulai dari mengantar sekolah, mengambil raport atau sekedar menemani jalan-jalan. Jika ada yang bertanya cita-citaku, lantang kumenjawab ingin menjadi dokter dan guru. Alasannya, karena aku ingin menyembuhkan Mama. Beliau selalu tersenyum mendengar itu.

Tuhan tahu aku terlalu bergantung pada Mama, hingga akhirnya Dia memanggil Mama. Tepat di minggu pemadatan materi, persiapan ujian kelulusan SLTP. Aku duduk di kelas 3 waktu itu. Saat Mama pergi, aku tidak menangis, tapi anehnya saat menulis ini kok terasa sesak. Hehee ...  



Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran