Hari Pertama Masuk Sekolah

27 Juli 2015, hari pertama masuk sekolah. Di setiap medsos tersebar gambar anak berseragam rapi meski sedikit kedodoran, dengan aksesoris sekolah lengkap. Bagi mommy and daddy yang baru memasukkan anaknya ke playgroup, TK atau SD, lucu melihat polah anak mereka. ada yang difoto nyengir memamerkan gigi ompongnya. Rambut dikuncir dua, tas yang lebih besar daripada yang punya, dan selanjutnya.

Buat yang masuk SMP atau SMA sih agak gimana ya, enggak lucu aja sih buat aku, dikuncir lima, bawa tas karung goni atau atribut yang bikin heboh sekampung. Iya sekampung, biasanya si ortu sampai tanya-tanya tetangga sebelah gara-gara barang bawaan yang enggak dimengerti. Curhat dikit mengenang ospekku dahulu.


a href="http://click.accesstrade.co.id/adv.php?rk=0000hw0003xc" target="_blank"><img src="http://imp.accesstrade.co.id/img.php?rk=0000hw0003xc" border="0"

Ah sudahlah, aku tak mau membahas tentang OSPEK yang penuh kontroversi itu. Biarlah mereka membahasnya sendiri. Aku mau cerita tentang hari pertamaku di tahun ajaran ini. Sebagai guru excited dong ya menyambut tahun ajaran baru. Apalgi muridnya baru, mesti lucu-lucu. Dan hari pertama sekolah kujalani di .... RUMAH!

 Yes, saat yang lain asyik foto-foto, aku dengan takzimnya berada di rumah. Di dalam kamar bertabur bedak meski aku bukan bayi. Yeah, aku terkena cacar air.

Bintik-bintik merah imut ini menyerang beberapa hari sebelum masuk sekolah. Enggak nyangka varicella ini bakal datang di usia dewasa. Dulu kenapa enggak nyerang pas kecil ya? padahal dulu ada masa anak-anak se RT, termasuk kakak terserang virus ini. Tapi aku sendiri yang sehat. Hiks telat banget datengnya.

 Semula cuma bintik merah kecil di telapak. Aku pikir gigitan nyamuk seperti biasa. Selanjutnya terasa gatal di area punggung, digaruk seperti ada yang terkelupas. Bintik di tangan pun semakin membesar. Sementara muncul bintik-bintik lain di area lengan, kaki, dan wajah. Sadarlah saya, ini bukan nyamuk. Apalagi tubuh mengalami demam.

Esoknya memutuskan pergi ke dokter dan beliau dengan manisnya berkata ini adalah cacar. Tidak boleh keluar karena termasuk penyakit menular. Terus pekerjaan saya gimana, Dok? Senin saya ngajar lho. Lagi-lagi dengan manis beliau berkata, "tidak boleh masuk, Bu. Nanti nular ke anak-anak." Hiks ... sedih rasanya. Tapi ya bagaimana lagi. Daripada nular ke yang lain.

a href="http://click.accesstrade.co.id/adv.php?rk=0000hx0003xc" target="_blank"><img src="http://imp.accesstrade.co.id/img.php?rk=0000hx0003xc" border="0"


Harus tetep semangat juga minum antibiotik 5x sehari. Rajin oles salep dan talk agar tak semakin menyebar. Sekarang sudah hampir seminggu aku bergaul dengan cacar air. Sudah membaik dari kemarin dan semoga aku cepat sembuh saja. huhuu ... .


a href="http://click.accesstrade.co.id/adv.php?rk=0000hy0003xc" target="_blank"><img src="http://imp.accesstrade.co.id/img.php?rk=0000hy0003xc" border="0"

Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran