giveaway

Resolusi Yang Tertinggal

December 31, 2015

Tahun baru tinggal beberapa jam lagi nih. Sudah siap dengan resolusi tahun ini? Kalau aku mah ngelanjutin resolusi yang belum tercapai aja. Aku orangnya biarkan mengalir seperti air. Mengikuti apa yang terjadi. Ya biar dibilang eksis, ngikut bikin resolusi deh. Tapi ya gitu ada resolusi yang entah dari tahun berapa belum tercapai. Ihiks...



Resolusi 1: Umroh (Ngetrip) sama adik

Dibuat awal tahun 2013. Saat itu kita tiba-tiba pingin banget pergi berdua. Travelling yang agak jauhan. Membolang berdua. Backpakeran.
Ada dua tempat tujuan. Karimunjawa dan Umroh. Nah, mulailah kita nabung bareng. Harapannya sebelum berubah status jadi istri sudah bisa terlaksana. Etapi namanya harapan kadang tak sesuai kenyataan.

Pertengahan 2013 tulangku patah. Batal dong yah. Duitnya juga ikut kepake buat pengobatan. Butuh setahunan buat recovery. Aku juga musti cari kerjaan baru karena tempat lama enggak mau kalau aku kelamaan ijin sakit.
Juni 2015 kemarin Adik menikah dan alhamdulillah sekarang sedang mengandung baby pertama. Rencana berubah total dong ya. Kalau dulu saat single pergi mah tinggal pergi. Paling ijin ayah. Tapi sekarang birokrasinya lebih sulit. Apalagi akan ada debay. Belum lagi kalau aku juga nikah. So rencananya ditunda sampai waktu tak terhingga.

Pernah sih ikut lomba menulis berhadiah tabungan umroh.Tapi sayangnya enggak lolos. Yah belum jodoh. Sekarang simpenin dulu uangnya biar jika tiba waktunya langsung berangkat. Selalu terucap di doaku.Semoga ada kesempatan ya.

Resolusi Dua: NIKAH

Aduh, baper sih kalo ngomongin resolusi kedua ini. Enggak tahu kapan harapan ini masuk list secara resmi. Sejak kecil aku sudah bermimpi menikah sih. Model pesta, baju juga cowoknya hahaa... Aku memang pengkhayal tingkat tinggi.

Dulu alasan belum menikah karena belum ada calonnya. Tahun 2013 aku dekat dengan seseorang. Hingga hari ini. Tapi kan 2013 adalah masa recovery kecelakaanku. Begitu pula 2014. Akunya yang enggak mau nikah dengan kondisi memakai tongkat dua. Aku enggak mau ngerepotin. Setidaknya bisa lepas tongkat dulu.

Nah, 2015 ini aku insyaAllah sudah bener-bener fit. Tapi menikah enggak murah ya. Walau banyak yang ngomong enggak usah ngejar gengsi, jangan dilama-lamain, dan sebagainya.

Tapi gini ya. Aku pernah baca sebuah tulisan, sembunyikan lamaran sebarkan pernikahan. Jadi pas lamaran enggak usah heboh. Secara banyak hal yang bisa terjadi. Kalau pun gagal enggak malu banget plus enggak capek jawab pertanyaan, KENAPA?

Selain itu menikah kan menyatukan dua keluarga. Nah keluarga kan banyak, bukan hanya keluarga inti. Ada pakde, bude,om, tante. Teman diundang juga dong ya meski perwakilan. Paling enggak temen kantor. Terus tetangga? Masa iya enggak diundang.

Adalagi nih temen-temennya orang tua. Biarpun diambil beberapa orang, tetep saja butuh kertas/pulsa buat ngundang. Butuh dijamu dong ya. Masa diundang tapi dianggurin. Ya paling enggak teh manis kan ya. Trus butuh tempat dong buat ngumpulin. Rumahnya kecil, berarti musti sewa tempat. Dan sebagainya dan sebagainya.

Mungkin ada yang bilang alasan. Nikah enggak seribet itu kok. Baiklah jika tak ada yang diberi tahu. Hanya keluarga inti. Kira-kira akan seperti apa mulut-mulut sekitar bergunjing? Cuekin? Maaf aku enggak bisa seperti itu. Terkadang mulut-mulut itu terlalu kejam.

Harapanku tahun 2016 resolusi tertinggal ini bisa tercapai. Ya kalau enggak bisa dua-duanya, salah satu lah. Aamin...

Resolusi 2016 selesaikan yang tersisa dulu deh. Standart seperti yang lalu. Jadi manusia yang lebih baik dari tahun kemarin. Sehat, sukses, dan happy. Rajin ngeblog, enggak ngikut GA doang. Buku baru yang kece, dan sebagai sebagainya.

Kurangi malas. Tingkatkan ambisi!

Happy New Year ... .

Tulisan ini disertakan dalam giveaway Tinta Perak.




Jangan Dilepas Ya ... .

December 17, 2015

Pokoknya pegangin aja terus :D

Foto ini diambil saat peringatan Hari Kartini. Entah tahun berapa, kalau tidak salah saat aku masih TK kecil. Baju dan riasan dilakukan oleh kakak sepupu yang merangkap sebagai guru tari. Diambil di sebuah studio foto setelah peringatan Hari Kartini di Taman Satwa Taru Jurug. Enggak paham juga kenapa karnaval kok di kebun binatang. Padahal biasanya berlenggak lenggok di jalan. 

Btw fotonya kurang jelas? Memang. Karena foto di blog ini hasil foto yang difoto lagi. Mengambil salah satu koleksi dari album foto. Ada dua pengambilan foto hari itu. Yang satu fotoku bersama mama dan papa dan yang lain ya foto ini. Sebetulnya setelah foto bertiga, Mama dan Papa berniat mengambil fotoku sendiri. Kan cantik tuh ya, terus dipajang di dinding. 

giveaway

Kece Bersama Online Shop

December 09, 2015

Di zaman internet sekarang, segala sesuatu terasa mudah. Cari hiburan, lihat peta, tinggal online, ketik-ketik, ketemu deh yang dimau. Bahkan belanja pun bisa dilakukan lewat online. Enak banget kan tuh, enggak perlu repot bawa barang soalnya si barang yang akan datang sendiri ke rumah. Dianter om delivery sih.

Untuk urusan belanja online ini, aku termasuk golongan yang anti. Alasannya sih simple. Takut dibohongin. Kan banyak tuh ya cerita tentang penipuan. Mulai dari transfer tapi barang enggak dikirim atau dikirim tapi tak sesuai pemesanan. Karena alasan itulah aku selalu menyempatkan waktu khusus berbelanja. Trus pulang-pulang rempong bawa banyak plastik belanjaan. 


Ternyata yang Seperti Ini ...

October 18, 2015

Saya tahu berjilbab adalah perintah Allah. Saya paham jika hal tersebut tertulis dengan jelas di Al Qur'an. Saya baca kok. Tetapi, saya belum siap untuk berjilbab. Lebih baik menjilbabi hati dulu. Kalau udah beres, baru deh pakai jilbab. Yah, paling enggak kalau sudah nikah deh jilbabannya. Posisi udah aman.

Itu adalah alasan klise yang saya sampaikan ketika beberapa teman menasehati saya untuk menutup aurat. Mereka enggak secara frontal sih nyuruhnya, tetapi sering banget berkata jikalau, seandainya kamu pakai jilbab, pasti kelihatan lebih oke. Lebih keren. Lebih cantik dan berbagai pujian yang lain.

What Movie Are You: Kasih Nenek Sepanjang Masa

October 15, 2015

Ngomongin soal film selalu membuatku semangat. Soalnya aku termasuk pecinta film. Tak ada genre tertentu sih. Aku bisa menikmati segala jenis film kok. Mulai yang lokal, interlokal, komedi atau horor. Eh tapi, ada satu sih yang aku enggak begitu suka. Film action yang asli action doang. Sebel aja liat darah dan orang tonjok-tonjokkan. Hehe...

Nah, gara-gara GA Mbak Evrina nih, aku jadi mengingat-ingat film yang berkesan. Ada beberapa sih sebetulnya. Tapi pilihanku jatuh di sebuah film Korea. Tokoh utamanya nenek dan cucunya. Termasuk film jadul dan aku lupa judulnya. *LOL Syukurlah ada Mbah Google yang bisa menjawab segala pertanyaan. Gampang untuk menelusuri judul film. Jauh lebih gampang dibanding menelusuri isi hatimu *eeaaa... Dan film ini adalah ... The Way Home (Jiburo).

Seingatku pertama lihat di sebuah televisi swasta yang berlogo ikan terbang. Di beberapa review ditulis tahun 2002. Karena mau membahas film itu, enggak afdol dong kalau enggak lihat lagi. Tengoklah ke youtube dan film ini dengan suksesnya membuat airmataku jatuh (lagi) . Tiga kali lihat, tiga kali dibuat mewek. Emang ya film Korea jago membuai perasaan.

gambar dari google yah

Dikisahkan Sang Woo (7 tahun) yang terpaksa dititipkan ke neneknya di desa. Menjadi single parent tanpa pekerjaan bukan hal mudah bagi sang ibu. Karenanya Sang Woo harus tinggal dengan sang nenek sampai dia mendapat pekerjaan. Dimulailah petualangan Sang Woo si anak kota yang harus hidup di desa dengan seorang nenek yang bisu, bongkok dan tak bisa membaca menulis.


Sangwoo digambarkan sebagai anak kota yang egois, tak sopan, pelit, dan gengsian. Stereotype khas orang kotalah. Saat melihat perlakuan Sangwoo ke neneknya, rasanya ingin menjitaknya. Anak lelaki itu harus diajari sopan santun. Dia tidak mau bersalaman, berkata buruk, dan tidak menghargai sang nenek. Gameboy yang menjadi dunianya. Setiap hari dia sibuk bermain gadget itu. Hingga akhirnya baterai gameboynya habis. Eh, dia malah ngamuk ke neneknya. Apa salah sang nenek coba? Ngerti gameboy aja enggak.


Dalam perjalanan menuju rumah nenek
Tapi ada kalanya tingkah Sangwoo yang bikin tertawa. Contohnya saat Sangwoo tersesat. Dia menangis karena lupa jalan. Akhirnya seorang Pak Tua (tetangga nenek) mengantarnya pulang. Sang nenek sudah menunggu di jalan dekat rumah. Sang Nenek mengajaknya pulang. Tetapi Sangwoo terus menangis. Akhirnya Sang Nenek berjalan meninggalkan Sangwoo.
“Kau mana kemana?” tanya Sangwoo. Dia lalu melangkah menuju rumah dan sang nenek mengikuti dari belakang.

Sangwoo ngambek

potongan rambut ala nenek


Si anak kota jatuh cinta


Walau kelihatannya tak perduli, diam diam Sangwoo perhatian juga. Jemuran nenek diangkat biar enggak basah


Masih banyak hal menarik dari film ini. Banyak pesan yang terselip. Salah satunya tentang pengorbanan orang tua. Sebetulnya apa yang dilakukan orang tua tuh pingin membahagiakan anaknya. Mungkin jadi enggak sreg buat kita karena perbedaan pemahaman. Tapi kita harus tetap menghargai apa yang dilakukan orang tua. Setidaknya berterimakasih. Kalau lihat fisik Sang Nenek, tingkah Sangwoo, hiks... Tega nian Sangwoo. Pokoknya film ini recomended banget deh! Yuk, dilihat.

*semua gambar diambil dari Youtube.*


"Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp Second Giveaway: What Movie are You?"


giveaway

#OOTDAlaAku : Kotak-kotak Penggembira

September 30, 2015

“Ajining diri dumunung ana ing lathi.  Ajining raga ana ing busana.”



Pernah mendengar pepatah Jawa tersebut? Berikut artinya,Ajining diri dumunung ana ing lathi yaitu nilai diri berasal dari ucapan. Sedangkan arti Ajining raga ana ing busana adalah nilai raga berasal dari pakaian.

Dari pepatah tersebut jelas banget ya betapa pakaian itu penting. Selain penutup aurat, buat aku pakaian juga bisa menentukan moodku. Dari pakaian yang kupakai hari itu bisa terlihat jelas apakah aku sedang seneng atau sedih. 

Sebetulnya selera bajuku simple. Enggak suka model yang aneh-aneh. Biasanya sih cuma atasan, bawahan ditambah jaket. Tetapi gaya berpakaian dipengaruhi banget sama mood.
Ada kalanya aku tampil kece sekece-kecenya. Tapi terkadang juga tampil berantakan. Tabrakan sana-sini. Tapi tabrakannya tuh enggak match sama sekali. Biasanya kalau enggak jelas gitu berarti sedang bad mood. Dan biasanya pengaruh ke kerjaan sih. Jadi males-malesan gitu *alesyaaan…

Diantara tumpukan baju yang bertengger di lemari, ada beberapa baju HAPPY. Kenapa disebut baju HAPPY? Karena biasanya kalau aku pakai baju itu hari akan menjadi menyenangkan.  Entah sugesti, kebetulan atau apapun namanya, setiap pakai baju itu berasa keren aja.  Kalau ada hal yang menyebalkan juga bisa jadi menyenangkan.

Salah satunya adalah baju kotak-kotak ini. 

Si Kotak ikutan liburan ke pantai

Baju ini baju yang paling sering keluar dari lemari. Pemberian dari seorang sahabat saat aku ulang tahun. Bahannya enak, enggak bikin gerah. Lumayan panjang sih, jadi bisa menutup bagian belakang. Kotak-kotaknya berwarna hitam putih. Warna netral yang bisa dimatchingin dengan warna lain. Biasanya aku matchingin dengan bawahan senada. Celana hitam, putih, jeans atau abu-abu.

Aku memang kurang suka main warna. Kurang pinter. Tepatnya sih enggak pede. Tetapi kalau baru centil yah pernah sih tampil dengan warna gonjreng.


Yang ini pas tahun baruan di Jombang tahun 2012

Karena ikut GA OOTD ini, jadi buka-buka koleksi foto deh. Dan baru sadar kalau si hitam putih ini banyak mengikuti aku di berbagai acara. Beberapa kali acara liburan, baju ini yang kupakai. Jadi berasa enggak punya banyak baju. Hoo.. 

Muka lelah saat liburan di Kebun teh Bandung. Niat awal ke Tangkuban Perahu tapi ada demo waktu itu
Sekarang si kotak-kotak udah sering istirahat di lemari. Soalnya sang pemilik baru seneng pakai gamis dan blazer gitu. Tapi sudah ada ide sih mau kapan mau pakai lagi. Hehe ... . Tetep enggak bisa move on dari dirimu ya, Kotak :D

Nampak belakang tetep oke kan

giveaway

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

September 20, 2015

    Wanita dituntut untuk cantik. Setidaknya berpenampilan rapi dan menarik. Sebagai seorang wanita, pasti aku juga ingin penampilan oke. Bagian paling sulit dari kecantikan menurutku adalah merawat. Yes, merawat. Musti telaten dan terkadang menyakitkan. Aku punya pengalaman tentang kecantikan yang menyakitkan.

    Memiliki wajah putih itu mimpiku. Apalagi bermunculan iklan-iklan yang menjanjikan putih dalam waktu singkat. Sebagai remaja yang labil, aku tergoda dong. Sebuah produk pun dibeli. Awalnya sih oke, tapi dasarnya aku yang labil. Saat ada iklan pemutih yang lain, aku pun tergoda. Apalagi harga lebih murah, cocok di kantong anak sekolah. Tapiii ... kali ini zonk aku dapat. Pelembab itu enggak cocok di mukaku. Jerawat muncul semena-mena. Balik lagi ke pelembab lama, hasilnya sama. Jerawat tetap muncul. Dan sejak saat itu mukaku enggak cocok dengan produk pemutih. Wajahku juga tidak bisa bersih total. Setidaknya ada satu jerawat kecil menghias.

    Seorang teman menyarankan perawatan wajah. Menurutnya wajahku butuh facial. Aku sih nurut saja. Pergilah kami ke sebuah salon kecantikan. Walaah.. Saat masuk pertama kali ternyata antrinya banyak. Setelah menunggu beberapa waktu, giliran pun tiba. Dan ini yang bagian horor. Dua jerawat di wajah disuntik. Rasanya sakiit... Benar ya kalau beauty is pain.

Hari Pertama Masuk Sekolah

July 28, 2015

27 Juli 2015, hari pertama masuk sekolah. Di setiap medsos tersebar gambar anak berseragam rapi meski sedikit kedodoran, dengan aksesoris sekolah lengkap. Bagi mommy and daddy yang baru memasukkan anaknya ke playgroup, TK atau SD, lucu melihat polah anak mereka. ada yang difoto nyengir memamerkan gigi ompongnya. Rambut dikuncir dua, tas yang lebih besar daripada yang punya, dan selanjutnya.

Buat yang masuk SMP atau SMA sih agak gimana ya, enggak lucu aja sih buat aku, dikuncir lima, bawa tas karung goni atau atribut yang bikin heboh sekampung. Iya sekampung, biasanya si ortu sampai tanya-tanya tetangga sebelah gara-gara barang bawaan yang enggak dimengerti. Curhat dikit mengenang ospekku dahulu.

buku

Cerita Tentang Meksiko

June 30, 2015

Judul : Seri Cerita Rakyat Dunia : Cerita Rakyat Meksiko
Penulis  : Dian Sukma Kuswardhani
Penerbit  : Rainbow 
Tahun terbit  : 2015
Halaman  : viii + 136
ISBN  : 978 -979 -29 -4207 1


Meksiko adalah sebuah negara di benua Amerika. Seperti halnya negara lain, Meksiko juga memiliki kisah yang diceritakan secara turun temurun.

Di dalam buku Seri Cerita Rakyat Dunia ini, terdapat 12 kisah yang membuat kita lebih mengenal Meksiko. Kisah-kisah tersebut berupa mitologi atau kehidupan dewa dewi kepercayaan masyarakat setempat, legenda juga fabel.

La Calle De La Quemada adalah salah satu kisah favorit saya. Dikisahkan seorang saudagar kaya raya Meksiko memiliki seorang putri yang jelita. Dona Beatriz namanya. Selain menawan, dia juga baik hati. Karenanya dia sering menjadi buah bibir di kalangan pemuda Meksiko

Hello World.... We are The Ridwan ^^

April 03, 2015



 Aku ini termasuk banci foto. Dimana ada kesempatan pasti foto. Saat ngumpul bareng temen, sedang dalam perjalanan atau melakukan sesuatu. Enggak ada yang fotoin ya selfie lah. Secara ya banyak jalan menuju Roma. Jaman udah canggih juga :D


Habis itu sebarin deh ke sosmed. Tanpa edit kalo fotonya dah keren. Intinya sih enggak ingin melewatkan suatu moment. Yah, tambah pamer-pamer dikit lah, hehee... . Meski memiliki banyak foto di hampir setiap acara hidupku, ada satu foto yang jadi obsesiku. Foto bareng The Ridwan.

Tentang Kamu Tuan W

February 15, 2015

Aku bersandar di tembok sebuah minimarket. Menanti memang selalu menjemukan. Pria di dalam bilik ATM itu tak jua menyelesaikan aktivitasnya. Beberapa motor memasuki halaman parkir.  Saat salah satu pengendara itu melepas helm, aku tertegun. Dia!


Pria itu turun dari motor. Mata kami bertemu. Keningnya berkerut seakan mengingat sesuatu. Mulutnya lalu membuka seakan hendak berkata sesuatu. Pintu ATM terbuka. Aku langsung memasuki bilik. Pria itu melanjutkan langkah ke dalam minimarket. Kepalanya sempat menoleh ke bilik ATM yang terletak di depan minimarket.


Aku mengetuk-ngetuk meja pertanda tak sabar. Woro sahabatku masih berbincang-bincang dengan anggota yang lain. Berkenalan. Aku sudah bosan.


Beberapa senior memasuki ruang kelas. Molor tiga puluh menit dari yang dijanjikan. Setelah berdoa, prakata tentang kegiatan pecinta alam pun dimulai. Aku mencoba memperhatikan penjelasan dan mencatat beberapa hal yang kupikir penting. Tujuannya sih agar dikira serius oleh senior.

giveaway

Semua Akan Ada Waktunya

January 22, 2015

Pernah pada suatu waktu aku berpikir Tuhan tak adil. Dilahirkan sebagai anak kedua dalam keluarga, ajaibnya wajahku berbeda dengan kedua saudara perempuanku. Aku duplikat wajah mama sementara kakak adikku seperti kembar. Aku terasa asing di keluarga ini. terlebih mendengar celoteh sekitar. Kok enggak mirip? *asah penggaris.

Menjadi anak kedua, berarti mewarisi bekas kakak. buku pelajaran, baju, dan beberapa hal lain yang khas diturunkan kakak ke adik. Selain mendapat ‘warisan’, memiliki kakak cantik dan pintar sangat sulit. Setiap saat selalu siap untuk dibandingkan. Kakaknya selalu juara kelas sedangkan aku tak pernah menyentuh angka 3 besar. Lagi-lagi suara sumbang berkata, “Beda ya ama kakaknya. Kalau kakaknya … .” *asah cutter.

Hal tersulit adalah ketika Ayah memutuskan menikah lagi. Aku akan memiliki ibu tiri! Sedangkan Mama belum sampai setahun berbaring di dalam tanah. Jiwa remaja yang baru beberapa bulan berseragam  abu putih bergolak. Hidup ini tak adil! Kemarin Tuhan mengambil mamaku, sekarang  aku harus berbagi ayah dengan orang lain.

giveaway

Yang Pertama Darinya

January 22, 2015

Kado selalu istimewa buatku. Setiap kado pasti memiliki cerita tersendiri. Entah tentang pengirimnya atau  isi kado itu sendiri. Alhamdulillah, aku termasuk sering dapat kado dari orang-orang di sekitarku. Ada yang membuat senang, haru bahkan sedih.

Diantara semua kado, ada satu yang menurutku special. Kado pertama dari abang beruang. Benda ini diberi saat masa-masa promosi (masa awal aku dekat dengan dia). Ini penampakan kadonya


Waktu itu aku masih bed rest setelah kecelakaan yang kualami. Rasa bosan mendera. Buku-buku, koran, tabloid yang ada sudah kulahap habis. Setiap kali menengok beranda facebook bersliweran quote dari Abang Tere Liye. Kebanyakan diambil dari Daun yang jatuh tak pernah membenci angin dan kau, aku, dan sepucuk angpau merah. Penasaran pun menghampiri. Ingin tahu isi bukunya. Dari quote yang tersebar sih sepertinya keren.

giveaway

Kado Untukku

January 22, 2015

Januari telah menyapa, 2015 telah tersenyum. Di bulan pertama ini, banyak orang tercinta di sekitarku yang merayakan hari lahir. Dimulai tanggal 5 kakakku, 10 si tuan beruang, 21 keponakan ganteng, dan teman-teman sekolah di tanggal 17 dan 20. Hoho… banyak ya yang ultah.

Tapi yang teristimewa adalah tanggal 27 Januari, hari lahirku *prok prok tepuk tangan.  Nah, pas banget nih momennya sama give awaynya Mami Ubii . Sang gadis yang hendak berulang tahun ini pingin banget dapat hadiah baju renang muslim polos.

Jadi ceritanya aku harus selalu rajin latihan otot kaki untuk mempercepat pemulihan pasca operasi. Salah satu olahraga yang disaranin dokter dan fisioterapis adalah renang. Renang itu bisa memperkuat  otot kaki dan tangan, memperbaiki postur tubuh akibat kebiasaan lampau juga bagus melatih  pernapasan. Aku ada bakat asma juga soalnya.

Sempet sih tengok-tengok ke beberapa toko di kota tercinta. Tapi sayang, baju renang yang dijual bermotif semua. Ada yang zebra, bunga-bunga bahkan loreng macan. Hoo… aku enggak pede abis pakai baju dengan motif rame seperti itu. Aku tuh orangnya sederhana. Jadi suka yang polos-polos saja. Ada yang polos tapi pendek. Enggak bisa dipakai untuk menutup bekas sayatan dokter dong. Lumayan panjang nih di betis.

Kayak gini nih. Nyomot gambar dari toko onlen

Pingin sih di hari ulang tahun nanti, tiba-tiba ayah pulang kantor membawa paket pengiriman (Alamat surat meenyurat, perposan ditujukan ke kantor ayah, biar cepet sampai hihii…). Sang pengirim adalah kakak atau adik aku yang tinggal di Jakarta. Terus pas dibuka isinya baju renang muslim polos. Hihihi … seneng banget deh kalau  itu terjadi.

Siapa tahu, barang yang dijual di Jakarta ada yang cocok seperti keinginanku. Lagipula kedua saudaraku  itu sudah biasa belanja olshop, jadi lebih paham olshop bener atau abal-abal. Untuk jasa pengiriman kami sekeluarga sudah terbiasa dengan JNE. Barang datang tepat waktu dan terbungkus rapi. Enggak koyak-koyak. Pengiriman pun bisa dilacak. 



Postingan ini diikutsertakan dalam give away Mami Ubii 







Popular Posts

Like us on Facebook

kumpulan-emak-blogger

Flickr Images