Sebuah Cerita di 2014

December 20, 2014



Tahun 2014 ini aku termasuk rajin mengisi blog. Meski program minimal satu artikel tiap bulan belum bisa kupenuhi. Hehe…  terlalu banyak excuse yang dipakai. Tapi setidaknya aku pernah menulis beberapa artikel dalam satu bulan.


Artikel yang paling istimewa buatku adalah ABOUT MY DECISION. Artikel ini paling cepat aku tulis. Langsung kupost tanpa perlu diendapkan. Meski beberapa waktu kemudian aku edit lagi.


Artikel ini kutulis dengan sepenuh hatiku. Curhatan tentang kegalauan menjelang operasi penggantian sendi. Kecelakaan yang kualami di tahun 2013 menyisakan sebuah masalah untukku. Bermula dari nyeri yang tak hilang, dokter meminta ronsen ulang. Dan ternyata sendi panggulku patah.


Sedih, kaget, takut, dan aneka perasaan bercampur. Terlebih sang dokter memvonis untuk mengganti sendiku dengan prosthesis, sendi buatan. Usiaku masih muda, belum menikah, dan yang membuat down adalah aku harus siap 10-15 tahun menjalani operasi revisi. Tak ada yang sesempurna ciptaan Tuhan.


Rasanya kacau dan kalut. Banyak hal yang jadi pemikiran hingga akhirnya memilih tetap bertahan dengan kondisi patah. Bertemu dengan teman-teman yang senasib membuat saya makin yakin dengan pilihan ini. Nyatanya bertahan setahun dalam kesakitan tidak mudah. Tetapi bukan berarti memutuskan operasi juga mudah.


Saat itulah saya membuat artikel ini. Bercerita tentang kegundahan dan  keputusan yang saya ambil. Semua saya tuangkan dalam blog. Saya berpikir pasti banyak orang yang mempertanyakan pilihan saya. Kenapa? Dan lebih mudah jika saya jelaskan lewat tulisan biar mereka membaca sendiri. Mungkin unek-unek saya bisa membantu memilih. Setidaknya memberi gambaran apa yang akan terjadi.


Memasang prosthesis dalam tubuh menambah kualitas hidup. Tetapi tentu saja ada efek-efek yang bisa terjadi. Hal terburuk seperti infeksi. Alhamdulillah beberapa kawan yang membaca blog saya merasa terbantu. Mereka akhirnya mampu memutuskan apa yang mereka lakukan.


Setelah dipost artikel ini sempat mengalami beberapa editing. Pertama karena masih menemukan typho, lalu foto ronsen tulang panggul. Tapi artikel inilah yang paling menguras hatiku. Salah satu keputusan terbesar yang kubuat dalam hidup.



Jago Ngesot

December 03, 2014



Waktu kecil aku termasuk anak yang aktif. Tapi sayang, hingga usia nyaris tiga tahun aku belum bisa berjalan. Aku tak mampu melangkah dengan kedua kakiku sendiri. Padahal kemampuan bicara super sekali. Cerewet minta ampun dan bandel. Sering saat kumpul keluarga, mereka bercerita banyak hal ajaib dari masa kecilku.


Salah satu hobiku ‘ditetah’. Ketemu siapapun pasti minta tetah. Berdiri diatas telapak kaki, berpegangan tangan lalu ikut melangkah. Jarak untuk tetah juga minta yang jauh. Sebetulnya aku bisa berjalan sambil berpegangan dinding atau biasa disebut rambatan. Tapi anehnya saat disuruh jalan sendiri, aku hanya berdiri saja. Tak mau bergerak.


Ngesot adalah gerakan andalanku untuk beraktifitas di dalam rumah. Kekuatan ngesotku sangat cepat. Baju-baju banyak sobek di bagian pantat karena kebiasaan itu. Orang tua pun cemas kenapa aku belum juga berjalan. Akhirnya setiap pergi, aku selalu digendong.


Hingga suatu hari, Papa dan mama membawaku ke pasar. Aku masih ingat, saat itu Papa pulang lebih awal dari biasanya. Mama menggendongku. Aku senang sekali dibawa ke pasar. Itu hobiku. Lalu kami berhenti di penjual ikan segar.


Setelah tiba disana aku berdiri di dekat ikan-ikan segar yang berjajar. Tiba-tiba ada sesuatu dari belakang  memukul kaki beberapa kali. Aku menangis keras. Mungkin karena kaget dan takut. Petugas pasar yang kebetulan ada di sana ikut menghibur.Tapi aku tetap menangis keras. Mama dan papa akhirnya mengajakku pulang. Aku tetap digendong.


Nah, entah bagaimana ceritanya, yang jelas aku bisa berjalan setelah peristiwa penyabetan itu. Lari kesana kemari. Pakai sepatu yang ada bunyi cit cit. Sampai sekarang tak ada yang bisa menjelaskan. Mungkinkah ada hubungan antara disabet kuthuk lalu bisa jalan? apakah ini termasuk the power of kuthuk? Entahlah, Wallahualam.



Yang pasti sejak aku bisa berjalan, kecemasan orang tua berkurang. Uang belanja pun bertambah. Tidak habis untuk membeli baju baru karena baju selalu sobek di bagian belakang.  Jatah untuk menggendong pun berkurang. Sebab aku lebih suka berjalan agar bisa mendengar suara decit sepatuku.    




Aku

About My Decision

October 10, 2014


Bahwa apa yang terjadi bukanlah suatu kebetulan. Semua sudah dituliskan dan kita hanya menjalaninya. Jika pada suatu masa kita berbelok, Tuhan akan memberitahu. Bahwa yang terjadi bukanlah kesia-siaan. Tak ada kebetulan.


Ini masih tentang 16 Juniku. Sebait episode yang melelahkan. Kau bosan membacanya? Sama. Aku juga jemu pada kisahku yang ini. Satu tahun berlalu dan kupikir hidup telah kembali seperti semula. Jalan-jalan ke jakarta, berburu buku, nonton, melakukan apa yang kumau.

Tetapi salah satu penopang langkahku tak berpikir demikian.

“Ada yang engkau lupakan, Nona!” Kaki kiri atau yang kusebut Kiki mulai berontak. Seiring kegiatan yang semakin bertambah, sakit yang ada pada dirinya menguat. Latihan-latihan yang kulakukan tak jua mengeluarkan hasil. Semakin lama Kiki semakin melemah.

Aku bahkan tak ingat kapan terakhir kali berjalan tanpa rasa sakit. Berapa lama waktu yang kubutuhkan sebelum mengeluarkan tongkat lipat. Berapa waktu tercepat dalam menempuh lima meter perjalanan.  Jika berjalan tanpa tongkat, berapa kali aku harus berhenti karena merasa lelah atau sekedar mengurangi kesakitan? Jangankan melompat atau berlari, berjalan tegap tanpa terlihat seperti pinguin pun tak tahu apakah pernah kulakukan.

Aku kembali teringat pada masa beberapa bulan usai kecelakaan. Kontrol kesekian kali di dokter pertamaku. Operasi divoniskan, mengganti tulangku dengan prosthesis atau tulang buatan. Dari hasil ronsen, column femur atau tulang leher pahaku patah. Bagian bonggol terbelah dua dan hanya menyisakan sedikit bagian yang tersambung, sedangkan bagian leher sudah habis terabsorbsi. Efeknya kakiku jadi tak sama panjang. Rasa sakit yang tak hilang sejak siuman dari operasi diduga berasal dari ini.

Bingung dengan istilah column femur, bonggol atau apalah itu? Googling sendirii ya! :p

Sungguh suatu dilema besar! Dulu tubuhku pernah disayat. Pen dimasukkan ke dalam tangan dan kakiku agar tulang tak bergeser dan menyambung dengan sempurna. Tak apa, suatu hari benda itu akan dilepas dari tubuhku. Tapi berbeda dengan kasus column femur. Tulangnya diganti dengan buatan. Selamanya!

Saat itu keluarga setuju untuk operasi. Tetapi sayang dua kali rencana itu batal karena puasa kurang dan bulanan. Selanjutnya seorang kawan mengenalkan pengobatan tradisional. Setelah melihat ronsenku, beliau menyarankan tetap operasi mengingat usiaku yang muda. Ia menerangkan pula plus minus operasi ataupun pengobatan versinya. Aku yang selalu percaya dengan pertanda, memutuskan berobat padanya. Aku terima resikonya.

Seiring waktu yang berjalan, aku menuju kesembuhan. Hingga akhirnya lepas tongkat dan bersenang-senang. Saat itulah sakit mulai menjadi. Hingga pada titik aku tak bisa jalan cepat atau tak bisa lama tanpa tongkat. Padahal masih banyak yang ingin kuraih. Bekerja dengan bebas, menikah, menggendong bayiku sendiri, dan yang lainnya.

Berada di Jakarta menemani ponakan, terasa menyesakkan. Dulu saat ponakan pertama aku bisa bebas membantu momong. Naik turun tangga atau bermain perang-perangan. Jauh berbeda dengan ponakan kedua. Menggendong tak bisa lama, gerak pun tak bebas. Terbesit jika aku punya keluarga sendiri. Akankah serepot ini? Di tengah melakukan sesuatu harus terhenti karena sakit. Aku tak mau seperti itu.

Setelah diskusi dengan keluarga, kuberanikan diri kontrol dokter. Total ada empat dokter yang kutemui, hasilnya tiga orang menyatakan op. Satu dokter meminta untuk berpikir masak, terus berdoa. Yang kupunya hanya Allah. Pada-Nya aku bertanya. Diskusi dengan keluarga pun dimulai. Intinya semua menyarankan operasi. Hanya satu orang yang meminta menunda.

Aku lebih sering mencari info di dua grup tulang yang kuikuti. Sehati dan THR (Total Hip Replacement). Suatu hari aku memberi komentar di postingan kawan Sehati. Banyak yang kami bicarakan hingga dia berkata, “ini ikhtiar untuk sembuh, Mbak. Hasil akhir serahkan pada Allah.” 

Di lain waktu aku membaca postingan di grup THR. Dia benar-benar menggambarkan aku. Keraguannya untuk melakukan operasi. Semua yang berkomentar memintanya untuk operasi. Tetapi ada satu komen yang menarik perhatianku.

Dia berkata itu pilihan pribadi. Yang bisa menentukan baik atau buruk adalah dirimu  sendiri. Kami di grup hanya memberi support dan berbagi pengalaman. Kita tak pernah tahu sampai kapan tubuh kita bertahan. Sakit macam apa yang bisa ditahan. Semua ada resiko masing-masing. Tetapi pilihannya untuk operasi adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah ia lakukan.

Aku lelah menyimpan bom waktu. Terlebih melihat kondisi tulangku yang mengenaskan. Aku ingin berhenti berpikir tentang tulang saat ini. Ingin berbagi cerita bahagia yang lain. Tak hanya sekedar tanya tentang bagaimana kakimu?

Tetapi ketakutan membayangi. Akankah ini pilihan benar? Setelah op aku akan mulai dari awal lagi. Menekuk, berjalan dengan alat bantu serta mengikuti aturan-aturan yang terdengar ribet. Belum lagi jika terjadi efek dari dalam tubuh. Semisal infeksi atau apapun itu. Aku galau, dilema, dan takut. Disisi lain lain, keberhasilan kawan menggoda mengakhiri sakit ini.

“Untuk kualitas hidup yang lebih baik, Mbak,” ucapnya.

Pada akhirnya Tuhan menuntunku bertemu dokter pilihanku. Tanpa babibu langsung sebuah janji operasi dipersiapkan.


“Perbaiki kakimu sebelum menikah,” pesannya saat membaca keraguanku. Akhirnya aku pasrah. Cepat atau lambat kemungkinan operasi terjadi. Aku tak tahu apa yang terjadi esok. Tapi aku butuh hidupku yang sekarang. Satu hal yang pasti ia tak akan memberi cobaan di luar kemampuan umat-Nya. Resahku hilang seiring waktu mendekat hari H. Akhirnya aku datang untuk melakukan operasi ganti sendi. Ini ikhtiarku untuk sehat, sisanya aku serahkan pada Allah.







bipolar amp
Sesudah di operasi (dok pribadi)

event

Giveaway Novel Tak Bisa ke Lain Hati

July 13, 2014


Penulis: Feni Yuli
Penyunting: Fatimah Azzahrah
Penerbit: Media Pressindo
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 168 halaman
ISBN: 978-979-911-432-7
Harga: Rp32.000,- *)
“When you say it’s ok, it means not. When you say not, it means it’s ok,” jelas Vano.

Novel pertama karya Feni Yuli, sudah terbit dan bisa di dapatkan di Toko Buku Gramedia terdekat di kota kamu. Kamu juga bisa mendapatkannya secara online melalui (http://www.bukukita.com/Buku-Novel/Romance/124896-Tak-Bisa-Ke-lain-Hati.html //http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/2010000239292/tak-bisa-ke-lain-hati.html) Mau mendapatkannya secara cuma-cuma? Ada 3 novel yang akan di bagikan. Yuk ikutan!
Yang ada di kepala Kania:
“Aku pikir kamu nggak sama dengan yang lainnya. Tapi itu memang cuma pikiranku aja. Dan apa yang ada di pikiran seringnya nggak cocok sama kenyataan.”
Yang ada di kepala Vano:
“Baru jadi pacar aja udah nge-force. Nggak boleh inilah, nggak boleh itulah. Apalagi kalo udah jadi suami istri?”
***
Ada yang tidak wajar. Kania mengendus sesuatu yang tidak beres antara Vano, pacarnya, dan Felia, adik kelasnya yang kegatelan itu. Tapi Kania cuma bisa memasang muka cemberut tiap kali melihat kedua orang itu berbincang-bincang.
Mungkin cemburu memang tanda cinta, tapi kalau berlebihan, Vano bisa dihantam pusing seratus keliling. Lagi pula sebagai pacar, Kania benar-benar tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya dan bagaimana kehidupannya. Lebih tepatnya, belum tahu….
Caranya :
1.) Via Facebook
- Kamu harus berteman dengan Feni di facebook (https://www.facebook.com/FELIA27 )
- Upload cover novel Tak Bisa ke Lain Hati di Timeline kamu. copy paste note ini di captionnya. Tambahkan tulisan Giveaway novel Tak Bisa ke Lain Hati di bagian paling atas sebelum nama penulis.
- Tag 27 orang temanmu. (Termasuk Feni)
- Kirimkan data diri kamu (nama asli, nama facebook, alamat, nomor telepon) ke feni_yuli_a@yahoo.com dengan subjek Tak Bisa ke Lain Hati. (Facebook)
2.) Via twitter
- Kamu harus follow @fya27 dan @MedpressFiksi
- Kirimkan data diri kamu (nama asli, nama twitter, alamat, nomor telepon) ke feni_yuli_a@yahoo.com dengan subjek Tak Bisa ke Lain Hati (Twitter)
- Tweet status ini ke 10 orang temanmu : Ikutan giveaway novel #TakBisakeLainHati @fya27 yuk! caranya di => http://fya27.blogspot.com/2014/06/giveaway-novel-tak-bisa-ke-lain-hati.html
3.) Via Kompasiana / Goodreaders / WordPress / Kaskus / Blogspot
- Posting note ini ke di blog kamu
- Judul postingannya ” Giveaway novel Tak Bisa ke Lain Hati ” sertakan juga cover novelnya.
- Kirimkan link postingan kamu dan data diri (nama asli, alamat, nomor telepon) ke feni_yuli_a@yahoo.com dengan subjek Tak Bisa ke Lain Hati (Kompasiana / Goodreaders /Wordpress / Kaskus / Blogspot)
NB :
- Giveaway ini diadakan mulai tanggal 14 juni – 31 juli 2014
- Akan di pilih masing – masing 1 pemenang dari tiap cara
- Nama – nama peserta akan di update disini : http://fya27.blogspot.com/
- Pemenang diumumkan tanggal 3 Agustus 2014
- Peserta boleh mengikuti melalui semua cara untuk memperbesar kemungkinan mendapatkannya (Twitter,Facebook dan Blog)
Gimana? Gampang kan? Yuk ikutan! ^.^

event

AYAHKU BUKAN AYAHMU

July 13, 2014

Ada berbagai hal terjadi dalam kehidupan. Bahagia, susah ataupun memalukan. Kali ini aku akan menceritakan salah satu peristiwa memalukan yang kualami saat kelas 3 SMA. Waktu itu kelasku mengadakan study tour ke Jogja.

Bis kembali ke kota asal, Solo, sekitar jam tujuh malam. Saat tiba di sekolah suasana jalan sangat gelap. Hanya ada lampu penerangan dari sebuah warung makan depan sekolah. Setelah turun dari bis aku langsung menuju wartel, menelepon ayah minta dijemput.

Selesai menelepon aku bergabung dengan teman-teman yang duduk lesehan di depan warung makan. Beberapa teman sama seperti aku, menunggu jemputan. Yang lain sengaja pulang terakhir menanti kawan-kawan –rata-rata anak perempuan yang menunggu- dijemput. Ada beberapa yang sudah pulang duluan.
Kami bernyanyi bersama. Mulai dari lagu Indonesia, Inggris atau lagu ciptaan kawan. Saat asyik bercengkerama, tiba-tiba Metta,  sahabatku berteriak, “Rima sudah dijemput.”

Aku langsung bangkit dan berpamitan dengan yang lain.

“Dadaa … dadaa …,” ucapku sambil melambaikan tangan ala miss universe. Dua tas plastik besar berisi baju kotor dan oleh-oleh ikut bergoyang saat aku melambai.Kawan-kawan mengangguk sambil meneruskan bernyanyi.

Sebetulnya aku heran, kenapa ayah cepat sekali menjemput. Sepertinya belum ada lima menit lalu aku menelepon. Tapi masa aku tak percaya Metta, dia kan sudah sering bertemu keluargaku.

Aku bergaya manis menunggu motor ayah berhenti. Suasana gelap membuatku ekstra memperhatikan ayah. Tangan kiri kuangkat dan melambai seperti menghentikan kendaraan umum. Memberi kode ayah, aku di situ.

Saat motor mendekat aku kaget, helmnya putih. Sejak kapan ayah punya helm putih? Semakin seksama kuamati siluet yang perlahan mendekat ke arahku. Kok wajahnya tua? Ayahku kan belum setua itu dan aku baru sadar dia bukan ayahku tetapi ayah Puspita. Perlahan aku mundur dan mendekati Puspita berkata ayahnya sudah datang.

Saat itulah tiba-tiba Metta berteriak lagi, “Bukan ding. Itu ayahnya Puspita.” Meledaklah tawa seluruh teman-teman. Aku cuma cemberut menahan malu. Jari telunjuk kutempelkan mulut agar mereka berhenti tertawa. Tapi tetap saja semuanya terbahak. Tak berapa lama ayahku datang, tanpa pamit aku langsung bonceng beliau.

Kupikir kisah itu akan berlalu begitu saja. Nyatanya tidak. Hari Senin saat upacara, barisan belakang sibuk kasak kusuk, ada yang tertawa cekikikan. Berlanjut hingga jam pertama dimulai. Guru Jermanku penasaran kenapa muridnya kasak kusuk dan tertawa-tawa. Beliau pun bertanya, seorang teman tergendut di kelas menjawab.   

“Kemarin Rima salah ngakuin bapak orang, Pak. Ternyata bapaknya Puspita bukan Rima. Padahal udah dada … dada…, ” ucapnya sambil menirukan gayaku melambai ala miss universe. Semua teman dan Pak Guru tergelak. Wajahku memerah malu.

”Gara-gara dia, Pak yang salah beri info,” ucapku sambil menunjuk Metta, teman sebangkuku. Metta ikut terbahak-bahak.

“Sayang ya kemarin Bapak pulang duluan. Coba bisa lihat langsung kejadiannya.” Tawa pun kembali menggelegar.


Sampai hari ini kisah itu masih terekam di otak teman-teman sekelasku. Saat reuni pasti ada yang mengulang cerita tersebut. Membuat aku tak terlupakan :D




Liebster Award

July 01, 2014



Buka notif fb dan ternyata saya tercolek untuk ikut meramaikan Liebster Award-nya para blogger. Ini kali pertama buat saya. Liebster Award ini saya dapat dari lemparan seorang kawan blogger Mak Helni Prabowo. (jreng jreng jreeng … genderang ditabuh).

Terima kasih ya Mak, udah dicolek untuk jadi bagian Liebster Award ini. Maaf baru dijawab, huhu … Semoga award ini jadi awal pertemanan kita yang menyenangkan yah. J
Sebelumnya kita simak dulu aturan main dari Liebster Award ini.

1. Membuat postingan tentang Liebster Award.
2. Ngucapin terima kasih buat blogger yanng udah ngasih award ke aku plus backlink blognya.
3. Share 11 hal tentang aku.
4. Menjawab 11 pertanyaan yang dikasih ke aku.
5. Pilih 11 blogger yang akan meneruskan award ini (optional, boleh enggak).

Untuk dua poin pertama di atas sudah aku lakukan. Sekarang berbagi 11 hal tentang aku. Apa yang bisa aku ceritakan tentang diriku? Oke cekidot !

1. Anak kedua dari tiga bersaudara. Masih single. (suit … suit)
2. Lahir dan dibesarkan di Solo. Berharap suatu hari memiliki kesempatan hidup di luar kota Solo atau negara luar Solo. Aamiin … .
3. Seorang guru Bahasa Inggris.
4. Hobinya membaca, menulis, dan travelling. Pingin banget bulan madu di Pulau Lombok. (ihiirr … :D)
5. Pencinta warna ungu. Semua pernak pernik, baju, dan aneka peralatan berwarna ungu. Pertanyaan pertama ketika mau membeli barang pun ‘ada warna ungu?’
6. Waktu SMA pernah ikut pencinta alam. Tak pernah dapat ijin dari orang tua untuk naik gunung. Akhirnya panjat dinding jadi penyaluran. Tapi sayang tak pernah diseriusin.
7. Senang menulis sejak punya diary. Sempet beberapa waktu vakum menulis dengan alasan kesibukan. Mulai kembali menggeluti tulisan sejak akhir tahun 2013. Menulis menjadi terapi jiwa yang baik buat aku.
8. Bikin blog sejak tahun 2009. Gara-gara ada tugas dari lembaga kursus computer. Setelah mangkrak bertahun-tahun akhirnya blog ini hidup kembali. (yee…)
9. Bercita-cita bisa menaikkan berat badan 8-10 kg. Selalu bermasalah dengan berat badan. Lebih mudah turun daripada naik.
10. Hobi ngumpulin dan bertanya tentang resep masakan. Bercita-cita suatu hari akan memasak aneka resep itu. Entah kapan :D 
11. Pantai dan kereta. Dua hal favorit yang selalu dirindukan.

Selanjutnya menjawab 11 pertanyaan yang diajukan oleh Mak Helni.
1. Dari sekian banyak media, why ngeblog? Sejak kapan ngeblog?
Sudah dijelaskan pada poin delapan, ngeblog berawal dari tugas kursus computer di tahun 2009.
2. Apa manfaat ngblog? Dari mana inspirasi menulismu?
Manfaatnya bisa menuangkan apa yang ada di pikiran. Bisa melatih tulisan, ikutan lomba, dapat buku gratis, dan sebagainya.  
Hal bahagia atau sedih yang dialami saat ngblog? 
Bahagia itu saat menemukan give away, membaca cerita menarik seorang blogger atau ada yang komen di artikel. Sedih ketika semangat nulis muncul tapi hanya di awang-awang. Terendap di draft sekian lama.
3. Kalau ada kesempatan travelling di dalam negeri, kota mana di Indonesia yang sangat ingin kamu kunjungi? Kenapa?
Lombok. Pingin banget jalan-jalan di pantainya. Menggoda sekali..
4. Tuliskan 3 tempat (negara) yang ingin dikunjungi dan apa alasannya?
Pertama, Mekah karena aku ingin menunaikan ibadah haji dan umrah.
Kedua,  Jepang karena ingin menikmati mekarnya Sakura.
Ketiga, Turki karena terpesona dengan cerita seorang teman yang sempat tinggal di sana.
5. Apa yang ingin dicapai tahun ini?
Menikah, punya karya sendiri, mandiri, dan jadi pribadi yang lebih baik dari kemarin-kemarin.
Apa impian terbesar dalam hidupmu?
Having a family.
6. Buku genre apa yang paling kamu gemari? Apa alasannya? Buku atau film apa yang menjadi inspirasi selama ini?
Novel karena bisa terhanyut dalam ceritanya. Buku yang jadi inspirasi selama ini Perahu Kertas dan Totochan
7. Hoby?
Membaca, berkhayal, menulis, jalan-jalan, jajan.
8. Siapa sosok yang menjadi inspirasi?
Banyak orang J
9. Momen paling bahagia?
Saat kehadiranku dinanti
Momen sedih?
Kecelakaan
10. Andai ada kesempatan kembali ke masa lalu? Hal apa yang kamu ingin rubah dalam hidupmu?
Kejadian di tahun 2003
11. Bagimu me time adalah...
Waktu untuk aku sendiri. Saat memberi ucapan terimakasih pada diri sendiri tanpa terganggu siapapun.

Tiba waktunya untuk kembali menyerahkan tongkat ini kepada sebelas blogger. Untuk yang namanya tercolek, tidak perlu khawatir, kamu bebas menentukan pilihan. Ingin ikut meramaikan Liebster Award ini atau tidak bukan masalah, dan semoga berkenan ya. J

Inilah kawan-kawan yang menerima Liebster Award: Mbak Kamubicha, Mbak Indri Wahyuni, Mbak Ratry, Sitie Cah Boement, Linda Irma Juliantika, Reni Sundari, Aira Kimberly, Mishara Hatsu, Nina Kirana, Zahra Senja, dan Anjun Anggun. Untuk kawan-kawan yang tercolek salam kenal semua, dan terimalah salam persahabatan dari ku. :)

Berikut 11 pertanyaan dari saya :D Agak mirip dengan beberapa pertanyaan di atas sih, hihii.. Cekidot yah!
 1.      Sejak kapan ngblog dan kenapa?
2.      Sebutkan pengalaman menarik yang didapat selama ngeblog
3.      Blog apa yang sering kamu kunjungi? Kenapa?
4.      Jika saya ingin berkunjung ke kotamu, kira-kira kemana kamu akan mengajak saya berkeliling? Berikan alasannya juga yah.
5.      Kuliner apa yang menarik di kotamu? Kalau bisa sebutkan resepnya yah :D
6.      Ceritakan hal menarik dari kotamu!
7.      Hal yang ingin kamu lakukan saat ini?
8.      Jika bisa diberi sebuah kekuatan ajaib, kekuatan apa yang ingin kamu miliki?
9.      Hal apa yang bisa membuat kamu badmood?
10. Bagaimana cara menghilangkan badmood itu?
11. Bagimu me time adalah … .

event

[FF Cinta Pertama] KAMU

May 20, 2014

Aku jatuh cinta sejak melihatmu di sebuah tabloid. Aku terpesona. Mungkin ini yang mereka sebut cinta pandangan pertama. Walau aku tak pernah percaya akan itu. Pesonamu terlalu kuat mengikatku. Tak pernah kurasa keinginan memiliki yang begitu kuat. Seperti inikah rasanya cinta pertama? Istimewa, seperti kamu.


“Menjijikkan,” komentar mereka saat aku membawamu ke rumah. Aku tak perduli, kuharap kau tak sakit hati mendengarnya. Ada aku disini. Aku yang selalu melindungimu. Percayalah!


Kau mampu membuatku tertawa. Seburuk apapun hariku, saat melihatmu resah itu hilang. Kepalamu yang botak terlihat menggelikan saat bergerak. Saat ingin kucium, kau selalu menghindar. Malukah?


Kesibukan yang bertambah, membuatku sering meninggalkanmu. Aku minta maaf. Dalam dukaku kau selalu menjadi tempat cerita. Ketika aku tersedu, lagi-lagi kau ada untukku. Saat aku tak disampingmu, sepikah yang kau rasa? Sering aku menemukanmu terdiam membatu. Mungkin sudah saatnya aku mencarikan teman baru untukmu. Yah, sebagai pengganti diriku saat kita berjauhan. Teman yang bisa mengerti dirimu. Mendengarmu.


Akhirnya aku memilih dia. Seseorang yang aku yakini bisa jadi teman baikmu. Sepertinya kalian akur. Sering aku melihat kalian berdekatan. Iri rasanya. ataukah karena tempat ini terlalu sempit untuk kalian? Aku harus mencari tempat yang lebih luas.


Lelah bekerja, yang ingin kulihat kalian. Tapi kali ini tempatmu kosong. Kalian lenyap.


“Micha… Michi,” serak namaku memanggil. Kalian tak hadir. Hilang kemanakah kalian? Seharusnya tak kupindahkan kalian ke baskom. Tempat itu terlalu rendah hingga kalian bisa keluar. Kuletakkan makanan kesukaanmu di ujung ruangan. Berharap kalian mengenali bau dan mendatanginya.



Micha dan Michi, kura-kura kesayanganku, kembalilah...  

event

HIPNOTIS

May 17, 2014

Aku tak bisa mengalihkan pandangan dari pria yang duduk di hadapanku. Sejak dia dan rombongannya naik, aku tak berhenti mengamatinya.

Apa istimewanya dia?Wajahnya biasa saja. Sesekali dia menatapku dan menarik garis bibirnya. Senyumnya tak menggoda. Tapi mataku bergeming memandangnya. Dia bahkan tak memperdulikanku. Asyik berbincang-bincang dengan ibu-ibu disebelahnya. Diantara rombongannya, hanya dia yang cerewet. Teman-temannya yang lain diam membisu. Termasuk dua pria yang mengapitku.

Mungkin caranya bercerita yang mempesonaku. Dia begitu ramah dengan ibu-ibu penjual sayur yang duduk disebelahnya. Tidak, Sang Ibu yang lebih banyak berbicara. Tanpa sungkan dia menceritakan kehidupannya. Pria itu tertawa sambil sesekali menimpali. Padahal menurutku ceritanya tak lucu. Aku bahkan tak sepenuhnya paham apa yang sebetulnya mereka ucapkan.

Pria di sebelah menggangguku. Cara duduknya semena-mena. Sikutnya tiba-tiba mengenai dadaku. Ingin aku menceramahi dia tentang kesopanan dan bersiap-siap untuk berteriak jika dia melakukan hal yang lain. Tapi hanya sejenak sikutnya mengenai tubuhku, aku pun batal berteriak.

Entah otak atau hatiku yang berbicara. Tiba-tiba ada suara yang memintaku untuk melihat tas. Sesuatu mendorongku untuk menggerakkan tangan dan mengambil tas. Tapi posisi sikut pemuda tadi menahan tubuhku bergerak. Nanti saja, pikirku. Bentar lagi sampai ditujuan. Toh uang untuk membayar sudah kusiapkan di kantong.

“Kiri!”
Pak sopir pun menghentikan angkotnya. Dengan gesit aku segera turun. Sekilas kulirik pria yang duduk diseberangku, dia tersenyum ramah. Aku membayar ongkos, angkot pun berlalu.

Jantungku berdetak kencang. Sesaat aku menahan nafas. Tanganku liar mengaduk-aduk isi tas. Kukeluarkan semua isinya. Tak perduli pandangan orang yang melintas. Penuh harap aku berlari menuju wartel. Kutekan nomor. Nada sambung sekali lalu suara wanita menyapaku, “Maaf, nomor yang ada hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan …”

Aku terguguk. Nokia 8310-ku raib. Terlintas kenangan dua bulan lalu. Ketika ayah mengajakku ke sebuah mall. Membiarkan aku memilih model hape yang kumau sebagai hadiah ulang tahun ke-20.


Hapeku malang.Gambar diambil dari google :)









Food... Food

May 17, 2014

Makan dan jalan-jalan, dua kegiatan favoritku.Beruntungnya saya bisa bebas makan apapun tanpa takut gemuk. Lemak sepertinya enggan menginap lama di tubuhku.  Setelah beberapa lama menahan keinginan jajan, akhirnya saya bebas mau jajan dimana saja. Tinggal tunjuk sana, tunjuk sini. Cling! Sampai di tempat tujuan.


Saya memulai perjalanan ke daerah deket rumah. Kebetulan ada minimarket yang baru grand opening. Ditemani raksasa beruang yang unyu, kami meluncur ke sebuah minimarket yang logonya berwarna merah, biru, dan kuning. 


Sebetulnya ada banyak minimarket warna itu di sekitar tapi yang ini special ada tambahan plus. Jadi namanya IN**MA**T PLUS. Tempatnya lebih luas, bisa buat nongkrong, ada wifi, makanan cepat saji beserta buah-buah segar. Di minimarket ini saya menemukan sesuatu yang baru . Diletakkan di sebelah makanan beku  sesuatu itu berjudul cham bungeo ssamanko.


penampakan bungkusnya dari luar

Tahukah Anda apakah cham bungeo ssamanko? itu adalah es krim vanilla rasa kacang merah. Dari namanya keliatan kalo es krim tersebut bukan produk dalam negeri. Di bungkusnya tertulis berasal dari Korea, salah satu produk Bingrae yang dibuat sejak 1991. Lalu apa istimewanya? Yang membuatnya menarik adalah bentuknya berupa ikan. Yah es krim itu dilengkapi dengan bentuk cone ikan.  Saat digigit rasa vanilanya  menyatu dengan kacang merah didalamnya didalamnya. Berasa seperti sedang syuting film Korea  :D



bentuk es ikan dalamnya ada kacang merah
Ukurannya termasuk besar. Harganya juga agak mahal 18k. Tapi sebandinglah dengan rasa dan ukuran. Lumayan bikin kenyang sesaat.
Selesai menikmati es krim ikan, perjalanan selanjutnya adalah panganan kaki lima. Kami berhenti di sebuah outlet, namanya Tomodachi  Takoyaki. Dan panganan yang beruntung masuk ke perut adalah takoyaki. Cemilan ini berasal dari Jepang sedang booming .  

takoyaki cumi :D


Bentuk takoyaki  bulat. Bahan bakunya dari tepung terigu. Di tomodachi takoyaki ini, satu paket takoyaki isinya 5 bulatan. Harganya murah 10 k dan 11 k. bisa request isinya. Ada cumi, crab stick, keju, tuna, cumi juga campur. Saya memilih takoyaki  cumi. Rasanya enak, bikin kenyang.  Katsuobushinya pun bergoyang-goyang, selera makan pun bertambah.



Sayang didaerah saya, tomodachi cuma menyediakan dua menu, takoyaki dan okonomiyaki. Sebetulnya di Cafenya dan outlet Pajang lebih banyak menu tersedia. Ada onigiri, sushi dengan berbagai pilihan rasa. Mungkin suatu saat akan saya lengkapi ceritanya.




Aku

My Fabulous April

May 17, 2014

Mei sudah berjalan cepat dan aku masih berbicara tentang April. Hehe… banyak hal istimewa yang terjadi di Aprilku. Tak salahkan bila aku menyebutnya Fabulous April.


Dimulai dengan secara resmi keluarnya ijin dari Ketua Suku (Ayah) untuk jalan-jalan. Alhamdulillah. Bisa bayangkan sendiri rasanya terkungkung dalam rumah selama hampir setahun. Sejak Bulan Juli 2013,episode kecelakaanku , hingga April 2014, baru kali ini aku boleh keluar main ke tempat yang kumau. Selama ini tempat yang datangi hanya praktek dokter dan laboratorium untuk ronsen.


Rasanya benar-benar menakjubkan ketika Raksasa Beruang membawaku keliling kota. Aku persis orang udik yang baru kali ini ke kota. Banyak yang berubah. Terutama daerah di sekitarku. Toko A hilang berganti toko B. Dulu ada lapangan sekarang berubah menjadi ruko. Dahsyat!


Merasakan kembali terpaan angin membelai jilbab dan wajahku sangat menenangkan. Tapi setiap melihat motor menyalip dari samping atau muncul dari depan, jantungku seakan berhenti. Aku otomatis berteriak. Takut. Bahkan tak jarang aku meminta motor melaju lebih lambat, padahal kecepatannya tak pernah lebih dari 20. Trauma itu masih ada, masih sangat besar. Dzikir tak pernah lepas dari mulutku. Aku tak mau jatuh lagi.


Meskipun aku belum boleh mengendarai motor sendiri, Raksasa Beruang mematuhi semua permintaanku. Membuat aku semakin setia berada di boncengannya dan berharap dia segera pulang agar aku bisa jalan-jalan. Hehe… . Maklumlah sejauh ini baru Raksasa Beruang yang mendapat ijin dari Ayah untuk mengajak pergi. Mungkin hanya dia yang berani juga karena aku masih ditemani dengan kruk tersayangku.


Hal lain yang menyenangkan adalah ketika aku mendapat ijin untuk lepas kruk. Alhamdulillah, aku bisa belajar berjalan. Ketika kakiku pertama menapak tanpa kruk, satu langkah aku lakukan, aku menangis. Betapa banyak nikmat yang telah aku dustakan selama ini. Hal sepele yang tak kuingat bagaimana caranya kini harus kuulangi. Belajar melangkah seperti bayi.


Satu dua langkah terlampau dengan baik. Hingga tak terasa satu meter telah aku lewati. Keringat dingin mengucur dengan sukses di dahi. Tapi kakiku masih belum sanggup melangkah terlalu jauh, krukku pun kembali mendampingi. Selanjutnya setiap hari aku terus berlatih berjalan. Sekarang untuk aktifitas di rumah, aku sudah bisa lakukan tanpa tongkat. Hanya jika aku merasa lelah dan sakit, tongkat kakek-kakek menemaniku. Otot kakiku belum sepenuhnya kuat.


Patah tulang sesuatu yang jauh dari bayanganku. Tapi banyak hikmah yang aku dapatkan dari kecelakaan ini. Aku sangat bersyukur tak kehilangan semangatku. Ada banyak orang disekitarku yang mengingatkan bahkan memaksaku. Aku nikmati semua proses itu. Ketika aku marah, benci, terpuruk, bangkit, dan kini bersyukur. Aku tahu mungkin kondisiku tak bisa seperti dulu tapi tak mungkin tak ada yang bermanfaat. Aku bahkan menemukan dunia baru, dunia tulis menulis. Bergabung di KBM menjadi silent reader, mencuri ilmu terkadang memberanikan diri posting. Tak banyak, bisa dihitung jari malah. Berkat ilmu itu, sebuah karyaku lolos lomba dan ikut dibukukan oleh Divapress. Alhamdulillah.


Aku sadar masih banyak yang harus aku lewati. Ada beberapa operasi yang menungguku. Setidaknya operasi pelepasan pen di tangan dan kakiku. Aku akan melewati itu dengan semangat. Yakin bahwa semua yang terjadi ada untuk sebuah alasan. Satu kejadian menjadi perantara untuk kejadian yang lain. Ending cerita Allah selalu berakhir baik, jika saat ini belum baik berarti masih saatnya bersabar. Tak ada yang sia-sia.





Popular Posts

Like us on Facebook

kumpulan-emak-blogger

Flickr Images